Puding adalah hidangan penutup yang disukai oleh banyak orang di seluruh dunia, dan setiap negara memiliki varian uniknya sendiri. Dari puding klasik hingga kreasi modern, puding mencerminkan kekayaan budaya kuliner di berbagai belahan dunia. Oleh karena itu kita akan menyelusuri ragam puding dari berbagai negara dan mengungkap kekhasan setiap varian.

  1. Puding Spotted Dick (Inggris):

Inggris dikenal dengan hidangan puding tradisionalnya, dan Spotted Dick adalah salah satu contohnya. Puding ini terbuat dari adonan yang dicampur dengan kismis atau buah kering lainnya, dan kemudian direbus atau dipanggang. Spotted Dick sering disajikan dengan saus krim atau custard untuk menambah cita rasa.

  1. Puding Flan (Spanyol):

Di Spanyol, flan adalah varian puding yang sangat populer. Flan terbuat dari telur, susu, dan gula, kemudian dipanggang dalam cetakan dengan lapisan karamel di bagian bawahnya. Hasilnya adalah puding yang lembut dengan rasa karamel yang manis, sempurna untuk dinikmati sebagai hidangan penutup setelah makan malam.

  1. Puding Chômeur (Kanada):

Pudding Chômeur adalah hidangan klasik dari Provinsi Quebec, Kanada. Hidangan ini terdiri dari adonan kue yang direndam dalam sirup maple dan kemudian dipanggang. Hasilnya adalah puding yang lembut dengan rasa maple yang kaya, yang sering disajikan dengan krim atau eskrim.

  1. Puding Matcha (Jepang):

Di Jepang, puding matcha menjadi pilihan yang populer bagi pencinta teh hijau. Puding ini terbuat dari susu, gula, gelatin, dan bubuk matcha, yang memberikan warna hijau dan aroma yang khas. Puding matcha sering disajikan dengan kuah karamel atau bubuk matcha untuk menambahkan sentuhan ekstra.